post

Sampai di Penghujung Deadline, Luis Milla Masih Gantung PSSI

Mendekati penghujung bulan Agustus 2018 kemarin, akhirnya anak-anak asuh Luis Milla yang tergabung dalam Timnas Indonesia U-23 harus tersingkir dari perhelatan Asian Games 2018 setelah kalah dari Uni Emirat Arab melalui drama adu penalti. Dikarenakan hal itu, maka ada anggapan bahwa PSSI bakal melengserkan Milla dari kursi pelatih karena dianggap gagal menukangi tim nasional.

Anehnya, berbeda dengan beberapa tahun lalu sebelum era pelatih asal Spanyol ini hadir, banyak yang menginginkan pelatih tim nasional Indonesia untuk mundur setelah dianggap gagal di suatu kompetisi bergengsi, justru ketika Timnas Indonesia U-23 tidak lolos, banyak bertebaran di media sosial tagar bertuliskan #SaveMilla atau #SaveLuisMilla yang memiliki maksud agar PSSI tetap menggunakan jasa pelatih tersebut.

Seiring dengan kekalahan Timnas Indonesia U-23 itu, kontrak Milla ternyata juga berakhir per bulan Agustus 2018. Sayangnya, pihak PSSI justru tidak langsung bergerak cepat untuk memperpanjang kontrak Milla dan terkesan lebih cuek akan hal tersebut. Oleh karenanya, beberapa pemain termasuk juga asisten pelatih Timnas Indonesia U-23, Bima Sakti mengunggah video dengan caption perpisahan yang ditujukan kepada Milla.

Lama tidak ada berita lanjutan terkait hal itu, beberapa minggu lalu terdengar kabar bahwa pihak PSSI menawarkan kontrak baru ke Milla agar bersedia menukangi Timnas Indonesia sekali lagi. Sempat terdengar rumor bahwa Milla mengiyakan tawaran itu dan secepatnya akan terbang menuju Indonesia.

Namun ketika hari yang ditetapkan terlewati, Milla tetap belum kelihatan batang hidungnya dan kabarnya masih berada di Spanyol bersama keluarganya. Walaupun begitu, PSSI juga dikabarkan terus menjalin komunikasi dengan Milla agar pria tersebut dapat secepatnya datang kembali ke Tanah Air.

“Harapan dan komitmen kami tetap kepada Luis Milla, maka dari itu kami berusaha yang terbaik, bahkan bersabar menunggu respons dari Luis Milla. Yang jelas, kami masih terus berkomunikasi dengan agennya asal Spanyol via e-mail karena dia tidak jadi datang ke Indonesia,” ungkap Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ratu Tisha Destria.

Tisha juga mengatakan bahwa keterlambatan Milla datang ke Indonesia dikarenakan dia masih mengurus lisensi kepelatihan tingkat UEFA Pro di negaranya. Dikarenakan ketidakhadiran Milla sebagai pelatih, maka Bima Sakti akhirnya yang untuk sementara menjadi caretakernya. Bahkan bersama dengan Bima Sakti, Timnas Indonesia U-23 berhasil memetik hasil positif, 2 kali menang dan sekali seri di 3 laga terakhirnya.

Luis Milla Team

Lama ditunggu, ternyata sampai hari Senin (15/10) kemarin, Milla masih juga belum memberikan kepastian yang mana akhirnya pihak PSSI merasa jengah dan memberikan deadline sampai hari Selasa (16/10) malam. Jika sampai batas waktu yang telah ditentukan tetap tidak ada tanggapan, maka PSSI akan merapatkan hal tersebut bersama dengan Komite Exco.

Uniknya, tidak memberikan penjelasan apapun ke PSSI, justru Milla mengirimkan pesan singkat melalui aplikasi WhatsApp yang dikirimkannya ke Bima Sakti. Dalam pesan singkatnya itu, Milla menuliskan 2 kata saja, “See you” atau “Sampai jumpa lagi.” Bima Sakti sendiri bingung untuk memaknainya.

“Terakhir whatsapp saya, beliau bilang see you. Mungkin mau ketemu. Apakah ketemu di mimpi atau gimana saya tidak tahu. Sejujurnya, saya berharap Milla bisa kembali, tapi jika tidak, Timnas Indonesia telah siap. Artinya kalau Luis Milla tidak bergabung kita harus move on. Cari solusi yang terbaik,” kata Bima Sakti.

Sampai sekarang, belum ada keputusan resmi dari pihak PSSI apakah akan memilih menunggu dan bernegosiasi kembali dengan Milla ataukah memutuskan untuk mencari sosok pelatih baru untuk menukangi Timnas Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *