post

Ronaldo Bantah Pernah Memperkosa Seorang Wanita 9 Tahun Lalu

Pada bulan September 2018 kemarin, bintang baru Juventus, Cristiano Ronaldo mendapatkan gugatan dari seorang wanita bernama Kathryn Mayorga (34) dengan tuduhan telah memperkosanya di sebuah penthouse suite di Las Vegas pada tahun 2012 silam.

Bahkan dikabarkan juga bahwa Ronaldo telah memberikan uang kepada Mayorga sebesar GBP 287 ribu atau sekitar Rp5,71 miliar lebih agar dia mau tutup mulut dan tidak menuntut pesepakbola asal Portugal tersebut dengan tuduhan kejahatan seksual yang mana dapat menyeretnya ke penjara dan membuat citranya di mata publik menjadi menurun.

Hanya saja, ketika klaim dari Mayorga tersebut muncul dan banyak diulas di berbagai media, Ronaldo dengan cepat mengatakan bahwa tuduhan pemerkosaan itu tidaklah benar. Ronaldo bahkan menjelaskan bahwa memang dia dan Mayorga pernah bertemu dan sempat berkencan sampai dengan berhubungan seksual, namun tidak ada unsur perkosaan karena semuanya dilakukan atas dasar suka sama suka.

Selain itu, Ronaldo juga menjelaskan bahwa ada bukti bahwa dia tidak melakukan pemerkosaan karena setelah keduanya terlibat hubungan intim di penthouse suit itu, Ronaldo dan Mayorga kembali ke nightclub Rain yang berada di Las Vegas dan menghabiskan waktu beberapa jam bersama di tempat tersebut.

“Sangat berbeda dengan versi CR7. Setelah berhubungan intim, keduanya kembali ke Rain nightclub dan menghabiskan waktu beberapa jam bersama. Hal itu juga dapat dibuktikan dengan rekaman CCTV yang ada di nightclub yang berada di Palms Hotel tersebut,” ungkap media Portugis, Correio da Manhã.

Dan pada hari Rabu (17/10) atau hari ini, pengacara Ronaldo dari Nevada, Peter S Christiansen mengatakan bahwa apa yang dituduhkan oleh Mayorga tersebut sangatlah tidak berdasar dan salah sasaran.

“Jelasnya, klien saya, Ronaldo, dengan tegas dan bersungguh-sungguh telah membantah pernyataan tanpa bukti tersebut dan lebih lagi kejadian tersebut sudah terjadi 9 tahun lalu. Dokumen yang menyatakan bahwa ada pernyataan khusus dari Ronaldo terkait dengan hal ini (membayar sejumlah uang kepada Mayorga) dan telah dipublikasikan oleh media adalah sepenuhnya palsu,” ucap Peter.

Cristiano Ronaldo

“Sebagai tambahan, Ronaldo juga telah mengatakan bahwa dia memang ada di Las Vegas dengannya (Mayorga) pada tahun 2009 lalu dan semuanya (hubungan intim) itu berlangsung secara suka dan suka. Dan sekarang ini klien saya benar-benar ingin membuktikan semua tuduhan tersebut agar dapat membersihkan namanya dan agar tidak menghancurkan reputasi yang sudah dibangunnya dengan kerja keras dan dalam waktu yang lama.”

“Agar lebih meyakinkan lagi, klien saya tidak keberatan untuk melakukan pembicaraan terkait hal ini atau juga memenuhi semua panggilan resmi dari pengadilan. Dia sangat percaya diri bahwa dia tidak bersalah ataupun melakukan pelanggaran apapun.”

Sebagai informasi, Mayorga mengatakan hal tersebut karena merasa dirinya menjadi korban dari keganasan seksual pesepakbola terkenal dunia itu. Oleh karenanya, Mayorga menuntut agar Ronaldo membayar ganti rugi kepadanya sebesar GBP100 juta atau sekitar Rp1,99 triliun lebih.

Tentu saja tudingan terhadap dirinya tersebut sontak membuat reputasinya buruk secara cepat. Bahkan EA Sport sebagai developer pembuat game sepakbola FIFA 19 harus mengganti foto Ronaldo yang awalnya dijadikan cover dan kemudian akan menggantinya dengan pemain terkenal lainnya. Ada nama Kylian Mbappe sampai Neymar yang dikabarkan akan menggantikan posisi Ronaldo sebagai cover utama di game EA Sport itu.

EA Sport merasa perlu mencopot dan mengganti foto Ronaldo sebagai cover game terbarunya karena tidak ingin reputasi mereka juga ikut tersorot dan turun karena tuduhan tersebut, walaupun sebenarnya belum dapat dibuktikan kebenarannya sampai sekarang ini. Dan untuk Ronaldo sendiri setelah dia tidak lagi menjadi cover di game terbaru EA Sport, maka hilang sudah jutaan Dollar yang akan didapatkannya dari endorse-an itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *