post

PSSI Jelaskan Kenapa Mereka Juga Dapatkan Sanksi dari AFC

Akhirnya setelah menunggu lama, akhirnya Komisi Disiplin AFC selesai melakukan penyelidikan dan investigasi terkait dengan penyalaan cerawat atau suar atau yang lebih dikenal dengan istilah pyro atau flare di saat digelarnya pertandingan antara Timnas Vietnam U-23 melawan Timnas Korea Selatan U-23 di ajang Asian Games 2018 kemarin.

Hasilnya adalah pihak AFC memutuskan untuk menjatuhkan sanksi berupa hukuman denda pembayaran uang kepada 2 pihak, yaitu PSSI dan Asosiasi Sepakbola VIetnam (VFF) sesuai dengan pasal 64 poin 1. Namun kenapa pihak PSSI mendapatkan imbas dari penyalaan flare  tersebut, padahal yang sedang bermain bukan Timnas Indonesia U-23?

Terkait dengan hal ini, pihak AFC menjelaskan bahwa PSSI dianggap ikut bertanggung jawab dan wajib menerima hukuman karena dianggap lalai sebagai tuan rumah. Dikarenakan hal itu, maka pihak AFC memberikan sanksi berupa pembayaran denda sebesar USD6.250 atau sekitar Rp95 jutaan.

Sedangkan untuk kubu VFF dinyatakan juga bersalah dan wajib menerima sanki karena pihak yang menyalakan flare tersebut adalah berasal dari suporter mereka pada menit ke-66. Oleh karenanya, pihak VFF harus membayar denda sebesar USD12.500 atau sekitar Rp190 juta lebih.

Untuk masalah pembayarannya, pihak AFC telah memberikan sedikit kelonggaran dengan menyediakan waktu sampai 30 hari terhitung sejak sanksi diputuskan. Selain memberikan sanksi berupa denda uang tersebut, AFC juga memberikan peringatan keras kepada VFF dan PSSI agar kejadian serupa tidak terulang lagi, terlebih di kompetisi dengan skala internasional. Jika masih terjadi pengulangan aksi, maka hukumannya akan lebih berat dari yang sekarang ini diputuskan.

Terkait dengan hal ini, Ratu Tisha Destria selaku Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI menjelaskan bahwa pemberian hukuman ini bukan berarti adalah sepenuhnya salah otoritas tertinggi di Tanah Air itu, hanya saja memang PSSI bertindak sebagai tuan rumah tidak dapat bertanggung jawab penuh terhadap perilaku setiap suporter dari negara lain walaupun skala kompetisinya adalah sekelas Asian Games dan digelar di Indonesia.

“Bukan PSSI. Itu ditujukannya ke Vietnam. Kan setiap tim nasional, sama seperti setiap klub menanggung perilaku buruk ataupun pelanggaran yang dilakukan oleh suporternya dengan tim nasional pun sama,” kata Tisha.

Tisha juga mencontohkan bahwa hal serupa juga pernah dialami oleh PSSI yang mana mendapatkan sanksi pembayaran denda dan peringatan keras dari AFC ketika suporter Indonesia terbukti melakukan pelemparan botol saat digelarnya kompetisi sepakbola di ajang SEA Games 2017 yang mana dihelat di Malaysia tahun kemarin.

PSSI di Sanksi AFC

Dikarenakan ulah suporter Indonesia itu, tidak hanya PSSI saja yang harus menerima sanksi, melainkan juga otoritas tertinggi sepakbola Malaysia juga mendapatkan imbasnya.

“Sama seperti kita waktu SEA Games 2017. Kita menanggung perilaku suporter kita di Malaysia waktu itu melakukan pelemparan botol. Waktu itu PSSI didenda walaupun eventnya di Malaysia. Sekarang juga sama, eventnya di Indonesia, yang melakukan pelanggaran adalah suporter Vietnam, dan yang mendapatkan sanksi itu dari Timnas Vietnam,” jelas Tisha.

Selain telah memutuskan dan memberikan sanksi kepada PSSI dan VFF, AFC juga merilis daftar sanksi lain yang dijatuhkan kepada 2 pemain dari negara yang berbeda, yaitu kepada Yusuf Shabaan dari Bahrain yang terbukti meludahi Koordinator Umum Pertandingan. Dikarenakan hal itu, Yusuf harus mendapatkan ganjaran berupa sanksi larangan bertanding di semua ajang di bawah bendera AFC dan FIFA sebanyak 2 kali dan juga harus membayar denda sebesar Rp152 juta.

Sedangkan sanksi lainnya dijatuhkan kepada seorang pemain dari Timnas Uzbekistan, yaitu Masharipov Jaloliddin. Pemain satu ini harus mendapatkan sanksi keras beruapa larangan bermain selama 6 bulan di semua ajang AFC dan FIFA serta denda uang sebesar Rp76 juta karena telah melempar botol ke wasit saat tim yang dibelanya bertanding melawan Korea Selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *