post

Tim yang Melaju ke Semifinal di Babak 8 Besar Piala Indonesia

Klub asal ibukota Persija Jakarta memastikan diri mereka menjadi tim yang ketiga yang lolos melaju ke semifinal pada ajang Piala Indonesia 2018. Tapi pada laga delapan besar ini masih menyisakan satu laga pertandingan yang masih belum diketahui jadwal pertandingannya. Terdapat 20 gol yang tercipta dan hanya Persija dan PSM yang bisa meraih clean sheet pada pertandingan leg kedua mereka.

Persija Jakarta berhasil melaju ke semifinal usai mengalahkan Bali United. Persija mengalahkan Bali United dengan skor tipis yakni 1 – 0 di leg kedua partai delapan besar Piala Indonesia yang digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Kab. Bekasi hari minggu lalu. Kemenangan 1 – 0 bagi persija telah mengantarkan mereka menuju satu slot semifinal setelah kemarin bermain di kandang Bali United dengan skor 2 – 2.

Dilain tim, PSM Makasar berhasil meraih satu tiket semifinal dengan mengalahkan Bhayangkara FC dengan skor agregat 4 – 4 dimana PSM diuntungkan dari gol tandang mereka. Tak hanya itu, Borneo FC juga berhasil meraih tiket semifinal setelah bermain imbang dengan Persib Bandung dengan skor agregat 4 – 4 dan lagi-lagi Borneo FC juga diuntungkan dengan gol tandang mereka.

Persebaya vs Madura United

Untuk pertandingan semifinal nantinya, Persija Jakarta akan bentrok melawan tim Borneo FC yang akan diselenggarakan distasiun telivisi pada tanggal 16 juni untuk leg pertama dan 23 juni untuk leg kedua. Sementara itu PSM Makasar masih harus menunggu tim manakah yang akan masuk semifinal antara Madura United melawan Persebaya Surabaya. Sampai hari ini pertandingan antara Madura United melawan Persebaya Surabaya masih belum diketahui kabarnya kapan akan bertanding memperebutkan satu tiket semifinal di Piala Indonesia. Laga pertandingan antara Madura United melawan Persebaya diketahui tidak mendapatkan izin dari pihak kepolisian dan kemungkinan pertandingan akan diundur selepas Idulfitri.

Sampai saat ini, semakin lama pertandingan antara Madura United dan Persebaya ini dalam ajang Piala Indonesia akan berdampak di awal musim pertandingan Liga 1 2019. Seperti yang sudah dikabarkan bahwa pertandingan pertama Liga 1 akan diselenggarakan pada hari rabu tanggal 15 Mei 2019. Ada wacana bila liga akan dliburkan saat Idulfitri pada tanggal 31 Mei dan digellar kembali pada 14 Juni 2019.

Pasang parlay dan togel singapore anda sekarang juga. Hanya dengan 1 ID sudah bisa bermain lebih dari 10 permainan.

post

Ternyata Wasit Wanita Ada di Indonesia Juga

Sejauh ini memang yang banyak diketahui orang adalah wasit wanita hanya ada di negara-negara Eropa saja. Walaupun jumlahnya sangat sedikit, namun secara umum mereka ada dan digunakan untuk memimpin suatu pertandingan sepakbola.

Namun ternyata tidak hanya di Eropa saja, ada juga wasit wanita yang berasal dari Indonesia, yaitu Alenne Theresia Laloan. Wanita kelahiran Magelang tersebut awalnya hanya iseng untuk menjadi wasit yang mana disebabkan oleh rasa penasaran kenapa tidak ada wasit dari kalangan kaum Hawa di sepakbola Tanah Air. Dikarenakan hal itu, kemudian Alenne mencoba bertanya ke salah seorang wasit yang memimpin suatu pertandingan futsal.

Menurut penjelasan sang wasit, tidak ada masalah sama sekali seorang wanita untuk menjadi pengadil lapangan tengah, baik di pentas futsal ataupun sepakbola. Hanya saja, wanita yang bersangkutan wajib menempuh pendidikan untuk mendapatkan lisensi perwasitan. Dan akhirnya, Alenne mengambil pendidikan wasit pada tahun 2016.

Berbekal rasa penasaran dan nekat, akhirnya Alenne benar-benar berkenalan dengan olahraga yang mayoritas dilakukan oleh kaum pria itu. Uniknya, Alenne mengaku sebelumnya tidak pernah mengetahui atau buta mengenai segala sesuatu terkait dengan perwasitan. Dia pun juga hanya sedikit saja mengetahui masalah bola namun belum sampai taraf expert.

Setelah menempuh pelatihan selama kurang lebih 2 tahun, akhirnya Alenne mengantongi lisensi C3 pada tahun 2018. Di saat bersamaan, dia kemudian mendapatkan tawaran untuk memimpin sebuah pertandingan sepakbola. Pengalamannya menjadi seorang pengadil lapangan semakin banyak ketika dia mendapatkan lisensi C2.

Dan akhirnya, sekarang ini mungkin dapat dikatakan bahwa Alenne adalah satu-satunya wasit wanita yang asli Indonesia dan sudah pernah memimpin jalannya pertandingan futsal ataupun sepakbola, walaupun di kompetisi yang belum berskala besar.

Menurutnya setelah memiliki pengalaman menjadi wasit di 2 cabang olahraga tersebut, Alenne mengatakan bahwa sepakbola adalah permainan bola yang lebih keras dibandingkan futsal. Bahkan peraturannya pun ada banyak perbedaannya dari kedua cabang olahraga yang sama-sama menggunakan kaki dan bola itu.

Alenne Theresia Laloan

Dalam penjelasannya, Alenne mengatakan bahwa jika di futsal segala aksi pelanggaran akan berdampak ditiupnya peluit oleh sang wasit, sedangkan di sepakbola hal tersebut tidaklah perlu sering dilakukan. Pasalnya, jika memang tackling dilakukan secara bersih dan benar-benar mengenai bola, maka tidak dapat dianggap sebagai suatu kesalahan.

Ketika ditanya manakah profesi yang bakal dipilihnya, menjadi seorang wasit ataukah menjadi pemain, Alenne memilih menjadi seorang wasit saja. Hal itu dikarenakan peluang karir lebih menjanjikan bagi seorang wanita di agen bola terbesar atau futsal daripada menjadi seorang pemain.

“Dari segala sisi (wasit) punya banyak kelebihan. Terus habis itu juga bisa menjadi pencaharian meskipun saat ini belum yang utama karena masih kuliah. Tapi, dari situ, bisa biayai kuliah sendiri sama bantu orang tua. Jadi saya berpikir, ‘oh kayaknya di sini (jadi wasit) aja deh’,” ujar Alenne sembari tertawa.

Saat ditanya mengenai pengalamannya selama menjadi seorang pengadil lapangan baik di sebuah pertandingan futsal ataupun sepakbola, Alenne mengaku memiliki banyak sekali cerita, baik yang sangat menarik untuk terus diingat sampai dengan yang bertaraf menyebalkan dan menyakitkan.

Khususnya untuk yang masuk kategori menyakitkan hati, Alenne menceritakan bahwa pernah dia disepelekan hanya karena dirinya adalah seorang wanita. Bahkan pernah pula dia justru disuruh duduk saja oleh pemain daripada ikut berlarian di tengah lapangan.

“Ya, biasanya karena kita cewek, jadi diistimewakan gitu. Lebih banyak disuruh duduk saja sama pemain, yang penting dibilang ada saya di situ,” lanjutnya.

post

Sampai di Penghujung Deadline, Luis Milla Masih Gantung PSSI

Mendekati penghujung bulan Agustus 2018 kemarin, akhirnya anak-anak asuh Luis Milla yang tergabung dalam Timnas Indonesia U-23 harus tersingkir dari perhelatan Asian Games 2018 setelah kalah dari Uni Emirat Arab melalui drama adu penalti. Dikarenakan hal itu, maka ada anggapan bahwa PSSI bakal melengserkan Milla dari kursi pelatih karena dianggap gagal menukangi tim nasional.

Continue reading
post

PSSI Jelaskan Kenapa Mereka Juga Dapatkan Sanksi dari AFC

Akhirnya setelah menunggu lama, akhirnya Komisi Disiplin AFC selesai melakukan penyelidikan dan investigasi terkait dengan penyalaan cerawat atau suar atau yang lebih dikenal dengan istilah pyro atau flare di saat digelarnya pertandingan antara Timnas Vietnam U-23 melawan Timnas Korea Selatan U-23 di ajang Asian Games 2018 kemarin.

Continue reading
post

Pelatih Chinese Taipe U-19 Tak Sabar Rasakan Atmosfer Indonesia

Timnas Indonesia U-19 akan melakoni laga perdananya di gelaran Piala AFC U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Indra Sjafri selaku pelatih tim mengatakan bahwa anak-anak asuhnya telah siap untuk menjalani laga pertamanya di Grup A tersebut melawan Chinese Taipei.

Continue reading