post

Bagi Djanur, Melawan Persib Bandung Seperti Laga Biasa Saja

Setelah banyaknya hasil negatif yang dialami, akhirnya pada pertengahan bulan Juli 2017 kemarin, pelatih yang bernama Djadjang Nurdjaman atau biasa dipanggil Djanur akhirnya memutuskan untuk mundur sebagai pelatih Persib Bandung yang telah beberapa musim ditukanginya.

Setelah mundur dari Persib Bandung, Djanur sempat menjadi pelatih di beberapa tim yang salah satunya adalah PSMS Medan. Selama menjadi pelatih PSMS Medan, Djanur pernah 2 kali bertemu lagi dengan Persib Bandung sebagai rival di ajang Piala Presiden 2018. Dari 2 pertemuan tersebut, Djanur mencatatkan hasil sekali menang dan sekali kalah. Dan kini, seusai hengkang dari PSMS Medan, Djanur merapat ke Persebaya Surabaya.

Pada hari Sabtu (20/10) besok, Djanur akan kembali bersua dengan mantan klubnya itu di lanjutan Liga 1 bersama Bukalapak pada pekan ke-26. Persib Bandung yang kini ditukangi Roberto Carlos Mario Gómez akan beradu racikan melawan Djanur yang menjadi pelatih Persebaya Surabaya.

Hanya saja, laga tersebut tidak digelar di Bandung karena Persib Bandung sendiri tengah menjalani sanksi dari PSSI yaitu terusir dari Pulau Jawa ketika menjalani laga kandang. Dan untuk pertandingan melawan Persebaya Surabaya besok ini, Persib Bandung akan menyewa Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali yang selama ini dipakai sebagai markas Bali United.

Terkait dengan hal tersebut, Djanur sendiri tidak mempermasalahkan akan bertanding di mana. Satu hal yang menjadi ambisinya adalah Djanur sangat ingin mengalahkan Persib Bandung yang pernah dibelanya dulu melalui racikannya di Persebaya Surabaya.

“Kalau ditanya secara emosional bertemu Persib, ya biasa saja. Sama dengan pertandingan lain. Tapi ini tetap spesial bagi Persebaya karena kami butuh kemenangan. Karena saya sudah ada di tim lain (Persebaya), keinginan untuk mengalahkan mantan klub sangat besar,” ucap Djanur.

“Saya ingat waktu menang di Piala Presiden dari Persib di kandangnya, dengan pemain yang (kualitas) jauh dari Persib. Mudah-mudahan terulang lagi nanti. Hasil yang lalu punya memori tersendiri bagi saya.”

Coach Djanur

“Sebetulnya, kalau laga ini normal, di Bandung, akan menjadi lebih spesial lagi bagi saya. Situasi (nanti) di lapangan kurang enak. Kalau kata orang Jawa ‘garing’ main bola tanpa penonton. Tapi mudah-mudahan pemain Persebaya tidak terpengaruh, meski mungkin nanti ada. Soalnya kami biasanya hiruk pikuk penonton di stadion. Tapi mudah-mudahan tidak berpengaruh.”

Walaupun memiliki ambisi yang cukup besar, namun Djanur realistis bahwa upayanya itu harus dilakukan dengan kerja yang sangat keras. Pasalnya, di tangan Gomez, Persib Bandung sudah memiliki pola permainan yang berbeda dan juga para pemainnya sudah tidak sama lagi seperti saat dia tinggalkan dahulu.

“Mereka memiliki style bermain yang berbeda sekarang. Saya pikir Persib bermain cukup efektif, tidak terlalu bagus, tidak enak dilihat tetapi efektif. Sehingga, sekarang mereka ada di puncak (klasemen),” lanjutnya.

Sekarang ini Persebaya Surabaya ada di posisi 14 klasemen sementara dengan raihan 29 poin yang didapatnya dari 7 kemenangan, 8 kali seri dan 10 kali menelan kekalahan, sedangkan Persib Bandung sendiri sejak beberapa pekan terakhir terus berada di puncak dengan raihan 45 poin dari 13 kemenangan, 6 kali seri dan 6 kali kalah.

Jika dalam laga nanti, Persib Bandung berhasil memenangi laga, maka akan semakin menguatkan posisinya di puncak, namun jika kalah, maka ada kemungkinan bakal tergeser oleh PSM Makassar yang berada di urutan 2 dengan selisih satu poin.

Sedangkan jika Persebaya Surabaya menang dalam laga nanti, maka akan menempel Persela Lamongan dengan raihan 32 poin dan melangkahi Sriwijaya FC serta Arema FC di atasnya, namun jika kalah, maka siap-siap saja posisinya akan diperebutkan oleh Mitra Kukar, PS Tira dan Perseru Serui.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *