post

Ternyata Wasit Wanita Ada di Indonesia Juga

Sejauh ini memang yang banyak diketahui orang adalah wasit wanita hanya ada di negara-negara Eropa saja. Walaupun jumlahnya sangat sedikit, namun secara umum mereka ada dan digunakan untuk memimpin suatu pertandingan sepakbola.

Namun ternyata tidak hanya di Eropa saja, ada juga wasit wanita yang berasal dari Indonesia, yaitu Alenne Theresia Laloan. Wanita kelahiran Magelang tersebut awalnya hanya iseng untuk menjadi wasit yang mana disebabkan oleh rasa penasaran kenapa tidak ada wasit dari kalangan kaum Hawa di sepakbola Tanah Air. Dikarenakan hal itu, kemudian Alenne mencoba bertanya ke salah seorang wasit yang memimpin suatu pertandingan futsal.

Menurut penjelasan sang wasit, tidak ada masalah sama sekali seorang wanita untuk menjadi pengadil lapangan tengah, baik di pentas futsal ataupun sepakbola. Hanya saja, wanita yang bersangkutan wajib menempuh pendidikan untuk mendapatkan lisensi perwasitan. Dan akhirnya, Alenne mengambil pendidikan wasit pada tahun 2016.

Berbekal rasa penasaran dan nekat, akhirnya Alenne benar-benar berkenalan dengan olahraga yang mayoritas dilakukan oleh kaum pria itu. Uniknya, Alenne mengaku sebelumnya tidak pernah mengetahui atau buta mengenai segala sesuatu terkait dengan perwasitan. Dia pun juga hanya sedikit saja mengetahui masalah bola namun belum sampai taraf expert.

Setelah menempuh pelatihan selama kurang lebih 2 tahun, akhirnya Alenne mengantongi lisensi C3 pada tahun 2018. Di saat bersamaan, dia kemudian mendapatkan tawaran untuk memimpin sebuah pertandingan sepakbola. Pengalamannya menjadi seorang pengadil lapangan semakin banyak ketika dia mendapatkan lisensi C2.

Dan akhirnya, sekarang ini mungkin dapat dikatakan bahwa Alenne adalah satu-satunya wasit wanita yang asli Indonesia dan sudah pernah memimpin jalannya pertandingan futsal ataupun sepakbola, walaupun di kompetisi yang belum berskala besar.

Menurutnya setelah memiliki pengalaman menjadi wasit di 2 cabang olahraga tersebut, Alenne mengatakan bahwa sepakbola adalah permainan bola yang lebih keras dibandingkan futsal. Bahkan peraturannya pun ada banyak perbedaannya dari kedua cabang olahraga yang sama-sama menggunakan kaki dan bola itu.

Alenne Theresia Laloan

Dalam penjelasannya, Alenne mengatakan bahwa jika di futsal segala aksi pelanggaran akan berdampak ditiupnya peluit oleh sang wasit, sedangkan di sepakbola hal tersebut tidaklah perlu sering dilakukan. Pasalnya, jika memang tackling dilakukan secara bersih dan benar-benar mengenai bola, maka tidak dapat dianggap sebagai suatu kesalahan.

Ketika ditanya manakah profesi yang bakal dipilihnya, menjadi seorang wasit ataukah menjadi pemain, Alenne memilih menjadi seorang wasit saja. Hal itu dikarenakan peluang karir lebih menjanjikan bagi seorang wanita di agen bola terbesar atau futsal daripada menjadi seorang pemain.

“Dari segala sisi (wasit) punya banyak kelebihan. Terus habis itu juga bisa menjadi pencaharian meskipun saat ini belum yang utama karena masih kuliah. Tapi, dari situ, bisa biayai kuliah sendiri sama bantu orang tua. Jadi saya berpikir, ‘oh kayaknya di sini (jadi wasit) aja deh’,” ujar Alenne sembari tertawa.

Saat ditanya mengenai pengalamannya selama menjadi seorang pengadil lapangan baik di sebuah pertandingan futsal ataupun sepakbola, Alenne mengaku memiliki banyak sekali cerita, baik yang sangat menarik untuk terus diingat sampai dengan yang bertaraf menyebalkan dan menyakitkan.

Khususnya untuk yang masuk kategori menyakitkan hati, Alenne menceritakan bahwa pernah dia disepelekan hanya karena dirinya adalah seorang wanita. Bahkan pernah pula dia justru disuruh duduk saja oleh pemain daripada ikut berlarian di tengah lapangan.

“Ya, biasanya karena kita cewek, jadi diistimewakan gitu. Lebih banyak disuruh duduk saja sama pemain, yang penting dibilang ada saya di situ,” lanjutnya.