post

Pelatih Chinese Taipe U-19 Tak Sabar Rasakan Atmosfer Indonesia

Timnas Indonesia U-19 akan melakoni laga perdananya di gelaran Piala AFC U-19 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Indra Sjafri selaku pelatih tim mengatakan bahwa anak-anak asuhnya telah siap untuk menjalani laga pertamanya di Grup A tersebut melawan Chinese Taipei.

Secara umum, Timnas Indonesia U-19 pernah sekali bertemu dengan Timnas Chinese Taipei U-19 pada saat keduanya bertanding dan memperebutkan tiket menuju babak selanjutnya di ajang kualifikasi Piala AFC U-19 2010. Pada saat itu, Timnas Indonesia U-19 menang telak dengan skor 6 – 0. Hanya saja, sekarang komposisi kedua tim sudah berbeda jauh dari 8 tahun lalu itu.

Terlepas dari masalah teknis pertandingan antara kedua tim, ada satu hal menarik yang dilontarkan oleh pelatih Timnas Chinese Taipei U-19, Vom Ca Nhum. Dalam sesi press conference, Vom Ca Nhum mengatakan bahwa dia memang sudah mendengar bahwa suporter sepakbola di Tanah Air sangat militan dan selalu memberikan atmosfer hebat saat Timnas Indonesia bertanding.

Oleh karena itu, Vom Ca Nhum sangat ingin melihat langsung seperti apa bentuk dukungan dan kehebatan suporter Indonesia saat timnya melawan Timnas Indonesia U-19. Terlebih lagi, Vom Ca Nhum mengatakan bahwa selama ini banyak orang di Chinese Taipei yang acuh terhadap prestasi tim nasional negaranya.

Bahkan jika ada satu pertandingan di kandang sendiri, menjadi satu hal yang langka dan sangat beruntung jika Timnas Chinese Taipei mendapatkan dukungan hanya 1000 orang saja. Oleh karena itu, Vom Ca Nhum dan para penggawa Timnas Chinese Taipei U-19 ingin merasakan atmosfer hebat yang diciptakan suporter Indonesia itu, termasuk tekanan yang diberikannya.

“Saya sangat berharap banyak suporter akan datang ke stadion karena tim kami belum pernah bermain di depan ribuan penonton. Selama ini sudah beruntung jika kami ditonton 100 penonton. Tak peduli berapa banyak suporter Indonesia yang datang besok, saya berharap yang datang lebih banyak dari yang saya perkirakan. Kami akan berusaha tampil baik hingga menit terakhir pertandingan,” ungkap Vom Ca Nhum.

Pelatih Chinese Taipei U-19

“Saya berharap suporter datang ke stadion, karena itu akan bagus untuk pemain kami. Seperti pelatih Indonesia bilang, kami adalah tim yang bakal berjuang hingga menit akhir. Berapa pun yang akan datang saya harap sebanyak mungkin orang bisa terlibat dalam sepakbola Asia. Ini akan jadi pengalaman yang bagus untuk kami dan berapa pun yang hadir kami berjanji akan menyajikan sepakbola yang menarik untuk kalian.”

Selain ingin sekali melihat langsung atmosfer hebat dari suporter Tanah Air itu, Vom Ca Nhum juga memberikan sanjungan terhadap para penggawa Timnas Indonesia U-19 yang mana menurutnya sangat loyal dengan bukti kerja keras yang ditunjukkan mereka saat bertanding. Vom Ca Nhum pun ingin agar anak-anak asuhnya belajar banyak dari para pemain dari Tanah Air, terlebih setelah pertandingan selesai nantinya.

“Saya menyaksikan hampir semua pertandingan yang dijalani oleh Indonesia. Satu hal yang saya amati adalah para pemain selalu melakukan selebrasi bersyukur setiap kali mencetak gol. Hal itu memperlihatkan betapa mereka mencintai negara mereka,” lanjutnya.

Berhasil melaju ke fase grup di Piala AFC U-19 2018 ini merupakan satu berkah dan prestasi yang dapat disukuri sekaligus diberikan apresiasi oleh segenap penggawa Timnas Chinese Taipei dan semua pihak yang terkait. Hal itu dikarenakan saat ini adalah kali pertama bagi mereka berhasil melaju ke fase grup setelah terakhir kalinya pada tahun 1974.

post

Presiden La Liga Tegaskan, Tidak Ada yang Merindukan Ronaldo

Secara mengejutkan, di bursa transfer musim panas pada bulan Agustus 2018 kemarin, bintang Real Madrid dan juga menjadi salah satu icon dari La Liga Spanyol, Cristiano Ronaldo memutuskan untuk hengkang dari Santiago Bernabeu dan menerima tawaran dari Juventus untuk berlaga di Liga Serie A Italia.

Dengan hilangnya Ronaldo dari La Liga, maka sempat ada kekhawatiran bahwa liga tersebut akan kembali menurun popularitasnya karena tidak ada lagi rivalitas antara pemain yang berjudul CR7 itu dengan bintang Barcelona, Lionel Messi.

Bahkan seorang Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, pun yang notabene adalah pimpinan dari tim yang menjadi rival mantan klub Ronaldo, Real Madrid, itu mengatakan bahwa kepergian pemain tersebut adalah salah satu hal yang dapat menurunkan popularitas liga.

“Kepergiannya membuat liga sepakbola di negeri ini menurun popularitasnya. Saya pribadi tidak terlalu memikirkan atau bahkan peduli dengan Real Madrid akan menjadi lemah karena ditinggalkannya, namun saya lebih mengatakan bahwa liga ini (La Liga Spanyol) akan sulit untuk dapat bersaing dengan liga-liga besar, seperti salah sautnya Liga Premier Inggris yang berisikan klub-klub dengan pendanaan besar,” kata Bartomeu.

Namun seiring dengan berjalannya waktu, justru Presiden La Liga Spanyol, Javier Tebas, seakan menyindir Ronaldo dengan mengatakan bahwa ada atau tidaknya pemain asal Portugal itu, La Liga tetap akan berjalan dengan menarik. Bahkan Tebas juga mengatakan bahwa tidak ada imbas apapun dari kepergian Ronaldo dari La Liga.

Tidak berhenti di situ saja, Tebas juga menegaskan bahwa sekarang ini banyak publik Spanyol yang menjadi suporter dari tim-tim yang berlaga di La Liga sudah melupakan bintang peraih Ballon d’Or tersebut dan juga tidak ada yang merindukannya sama sekali. Tebas mengatakan bahwa tanpa adanya Ronaldo, La Liga tetap memiliki banyak icon lain yang siap bersinar dan membawa popularitas liga di atas semua liga di dunia.

Cristiano Ronaldo

“4 tahun lalu, sempat ada kekhawatiran dari diri saya pribadi jika saja dia (Ronaldo) pergi, maka liga akan kehilangan popularitas. Akan tetapi, dengan berjalannya waktu, kita telah bekerja keras untuk dapat membawa dan mempertahankan popularitas La Liga di atas nama semua pemain bintang dari klub manapun. Semuanya memang memiliki hak untuk datang dan pergi, akan tetapi saya juga mempunyai hak untuk berangan-angan agar liga ini akan terus dipadati oleh pemain ataupun pelatih hebat, seperti contohnya (Josep) Guardiola dan (Jose (Mourinho),” ungkap Tebas.

Terkait dengan pandangan dari Bartomeu, Tebas justru mengatakan sebaliknya. Menurutnya, sebuah liga yang bagus itu adalah yang dapat mendatangkan income baik bagi setiap klub yang berlaga atau untuk pengelola liganya sendiri. Tidak menjadi satu hal yang penting apakah liga tersebut memiliki pemain berkelas ataupun tidak.

“Jika kita mengikuti strategi yang dijalankan Liga Premier Inggris, mereka belum memiliki penerima Ballon d’Or sejak Michael Owen. Mereka juga tidak memiliki banyak pemain yang ideal untuk dapat masuk dalam jajaran Best 11 of FitPro. Akan tetapi mereka mampu menunjukkan diri sebagai salah satu liga paling populer serta tentu saja sebagai liga dengan pemasukan tertinggi di dunia,” lanjut Tebas.

“Dikarenakan itu, jika melihat mereka, maka dapat disimpulkan bahwa pengelola dari Liga Premier Inggris tidak membutuhkan para pemain hebat untuk menjadi liga terbaik di dunia karena mereka berhasil mengelolanya dengan sangat baik. Itu yang ingin saya bawa dan kembangkan di La Liga.